- OBAT HERBAL EPILEPSI CUMA 350RIBU FAST RESPON ORDER VIA WHATSAPP. PENGIRIMAN DIPROSES SETELAH MENERIMA BUKTI TRANSFER
Dosis Kalsium Vitamin D3 dan Cara Memahami Kebutuhan Berdasarkan Usia serta Kondisi
Dosis kalsium vitamin D3 perlu diperhatikan agar tubuh memperoleh asupan zat gizi yang sesuai dengan kebutuhan sehari-hari. Kalsium berperan penting dalam menjaga kekuatan tulang dan gigi, mendukung fungsi otot, serta membantu proses penghantaran sinyal saraf. Sementara itu, vitamin D3 membantu tubuh menyerap kalsium dari makanan sehingga mineral tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik. Kebutuhan kedua zat gizi ini dapat berbeda berdasarkan usia, jenis kelamin, pola makan, dan kondisi kesehatan seseorang. Dengan memahami dosis kalsium vitamin D3 secara tepat, seseorang dapat menentukan apakah kebutuhan hariannya cukup dipenuhi melalui makanan atau memerlukan tambahan suplemen.
Baca juga : Penambah Nafsu Makan untuk Anak dan Cara Mendukung Pola Makan yang Seimbang
Memahami Fungsi Kalsium dan Vitamin D3 dalam Tubuh
Kalsium merupakan mineral yang sebagian besar tersimpan di dalam tulang dan gigi. Selain mendukung struktur tulang, kalsium juga diperlukan untuk kontraksi otot, pembekuan darah, dan fungsi saraf yang normal. Tubuh membutuhkan asupan kalsium secara teratur karena mineral ini terus digunakan untuk menjalankan berbagai proses fisiologis. Jika asupan kalsium tidak mencukupi dalam jangka panjang, tubuh dapat mengambil kalsium dari tulang untuk mempertahankan kadar kalsium dalam darah. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memenuhi kebutuhan kalsium melalui pola makan seimbang dan suplemen jika memang diperlukan.
Vitamin D3 atau kolekalsiferol merupakan salah satu bentuk vitamin D yang membantu penyerapan kalsium di saluran pencernaan. Vitamin ini juga berperan dalam menjaga keseimbangan kalsium dan fosfor yang diperlukan untuk kesehatan tulang. Tubuh dapat menghasilkan vitamin D ketika kulit terpapar sinar ultraviolet B dari matahari, sedangkan makanan tertentu dan suplemen juga dapat menjadi sumbernya. Jumlah vitamin D yang terbentuk melalui paparan matahari tidak selalu sama karena dipengaruhi oleh usia, warna kulit, lokasi, waktu paparan, dan penggunaan pelindung matahari. Oleh karena itu, kebutuhan vitamin D sebaiknya dinilai berdasarkan asupan, faktor risiko, dan kondisi kesehatan seseorang.
Dosis Kalsium Vitamin D3 Berdasarkan Kebutuhan Harian
Dosis kalsium vitamin D3 tidak dapat ditentukan dengan satu angka yang berlaku untuk semua orang. Kebutuhan harian bergantung pada usia, jenis kelamin, tahap kehidupan, asupan makanan, dan kondisi medis tertentu. Penting untuk membedakan antara kebutuhan zat gizi harian, jumlah yang terkandung dalam suplemen, dan dosis pengobatan yang diberikan oleh dokter. Kebutuhan harian biasanya mencakup zat gizi yang diperoleh dari makanan, minuman, serta suplemen. Karena itu, seseorang tidak selalu perlu mengonsumsi suplemen dalam jumlah yang sama dengan seluruh kebutuhan hariannya.
Sebagai gambaran umum, rekomendasi asupan kalsium untuk orang dewasa berusia 19–50 tahun adalah sekitar 1.000 mg per hari. Perempuan berusia 51–70 tahun umumnya membutuhkan sekitar 1.200 mg per hari, sedangkan laki-laki pada rentang usia tersebut membutuhkan sekitar 1.000 mg. Pada orang dewasa berusia di atas 70 tahun, kebutuhan kalsium umumnya sekitar 1.200 mg per hari. Angka tersebut merupakan acuan asupan total dari makanan dan suplemen, bukan dosis suplemen yang harus dikonsumsi setiap orang. Kebutuhan individu tetap perlu disesuaikan dengan pola makan, kondisi kesehatan, dan pedoman yang berlaku.
Untuk vitamin D, rekomendasi asupan harian bagi orang dewasa berusia 19–70 tahun umumnya sebesar 600 IU atau 15 mikrogram. Orang dewasa berusia di atas 70 tahun umumnya membutuhkan sekitar 800 IU atau 20 mikrogram per hari. Rekomendasi tersebut mencakup asupan vitamin D dari berbagai sumber dan tidak otomatis berarti setiap orang harus mengonsumsi suplemen dengan dosis tersebut. Orang yang mengalami kekurangan vitamin D atau memiliki gangguan penyerapan mungkin membutuhkan penanganan berbeda berdasarkan penilaian medis. Oleh sebab itu, dosis kalsium vitamin D3 sebaiknya dipilih dengan mempertimbangkan kebutuhan kedua zat gizi secara terpisah.
Dosis Kalsium Vitamin D3 untuk Anak
Anak membutuhkan kalsium dan vitamin D untuk mendukung pertumbuhan tulang serta perkembangan tubuh. Kebutuhan kalsium meningkat pada tahap pertumbuhan tertentu, terutama ketika pembentukan tulang berlangsung aktif. Anak usia 1–3 tahun umumnya membutuhkan sekitar 700 mg kalsium per hari, sedangkan anak usia 4–8 tahun membutuhkan sekitar 1.000 mg. Pada usia 9–18 tahun, kebutuhan kalsium meningkat menjadi sekitar 1.300 mg per hari. Jumlah tersebut merupakan kebutuhan total harian yang dapat dipenuhi melalui kombinasi makanan dan suplemen apabila diperlukan.
Kebutuhan vitamin D anak juga berbeda berdasarkan usia. Anak berusia di atas satu tahun hingga remaja umumnya membutuhkan sekitar 600 IU atau 15 mikrogram vitamin D per hari. Bayi memiliki rekomendasi tersendiri, dan pemberian suplemen pada bayi perlu mengikuti panduan tenaga kesehatan sesuai usia serta pola pemberian ASI atau susu formula. Tidak semua anak membutuhkan suplemen kalsium tambahan apabila kebutuhan mineralnya sudah tercukupi melalui makanan. Orang tua sebaiknya tidak memberikan produk dewasa kepada anak tanpa memastikan kesesuaian dosis dan bentuk sediaannya.
Sumber kalsium untuk anak dapat berasal dari susu, yoghurt, keju, tahu yang mengandung kalsium, dan makanan lain yang sesuai dengan usia. Vitamin D dapat diperoleh dari ikan berlemak, telur, makanan yang diperkaya vitamin D, serta suplemen bila diperlukan. Jika anak memiliki alergi susu, pola makan terbatas, atau kesulitan mengonsumsi makanan tertentu, kebutuhan gizinya perlu diperhatikan lebih cermat. Suplemen sebaiknya dipilih berdasarkan kandungan yang jelas dan petunjuk penggunaan yang sesuai dengan usia anak. Apabila pertumbuhan anak menjadi perhatian atau terdapat dugaan kekurangan zat gizi, konsultasikan dengan dokter anak.
Dosis Kalsium Vitamin D3 untuk Orang Dewasa
Pada orang dewasa, kebutuhan kalsium dan vitamin D dipengaruhi oleh usia, pola makan, aktivitas fisik, serta kondisi tulang. Orang yang mengonsumsi makanan beragam dan memperoleh kalsium dalam jumlah memadai mungkin tidak membutuhkan tambahan suplemen setiap hari. Sebaliknya, individu yang jarang mengonsumsi sumber kalsium atau memiliki faktor risiko kekurangan vitamin D dapat memerlukan evaluasi lebih lanjut. Memilih suplemen hanya berdasarkan jumlah kandungan tertinggi bukan cara yang tepat untuk menentukan kebutuhan. Penilaian terhadap asupan harian dapat membantu menghindari kekurangan sekaligus mencegah konsumsi berlebihan.
Orang dewasa sebaiknya memperhitungkan jumlah kalsium yang sudah diperoleh dari makanan sebelum menentukan dosis suplemen. Sebagai contoh, jika kebutuhan harian sekitar 1.000 mg dan sebagian besar sudah terpenuhi melalui makanan, tambahan kalsium yang dibutuhkan mungkin lebih sedikit. Perhitungan tersebut perlu memperhatikan ukuran porsi, kandungan produk, dan variasi makanan sehari-hari. Kalsium dalam bentuk suplemen juga memiliki batas penyerapan sehingga membagi dosis besar menjadi beberapa kali konsumsi dapat lebih sesuai jika memang diperlukan. Ikuti petunjuk produk dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan apabila membutuhkan dosis tambahan yang cukup besar.
Vitamin D3 membantu penyerapan kalsium, tetapi mengonsumsi vitamin D3 dalam jumlah tinggi tidak otomatis membuat tulang menjadi lebih kuat. Tubuh tetap memerlukan kalsium dalam jumlah yang sesuai, protein, aktivitas fisik, dan zat gizi lain untuk menjaga kesehatan tulang. Suplemen sebaiknya digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan, bukan menggantikan pola makan yang seimbang. Orang dewasa yang memiliki penyakit tertentu atau menggunakan obat rutin perlu memastikan keamanan suplemen sebelum memulai konsumsi. Dengan pendekatan tersebut, dosis kalsium vitamin D3 dapat disesuaikan secara lebih rasional berdasarkan kebutuhan individu.
Dosis Kalsium Vitamin D3 untuk Lansia
Lansia perlu memperhatikan asupan kalsium dan vitamin D karena risiko penurunan kepadatan tulang dapat meningkat seiring bertambahnya usia. Perubahan pola makan, berkurangnya aktivitas di luar ruangan, dan kondisi kesehatan tertentu juga dapat memengaruhi kecukupan kedua zat gizi tersebut. Kebutuhan kalsium pada orang berusia di atas 70 tahun umumnya sekitar 1.200 mg per hari, sedangkan kebutuhan vitamin D sekitar 800 IU per hari. Angka tersebut menjadi acuan asupan total dan bukan anjuran untuk langsung mengonsumsi suplemen dengan jumlah yang sama. Keputusan mengenai suplemen sebaiknya mempertimbangkan makanan yang dikonsumsi, faktor risiko, dan penilaian tenaga kesehatan.
Lansia yang jarang mengonsumsi susu atau sumber kalsium lainnya mungkin memerlukan penyesuaian pola makan. Pilihan yang dapat dipertimbangkan antara lain yoghurt, ikan yang dimakan bersama tulangnya, tahu berkalsium, serta minuman yang diperkaya kalsium. Vitamin D dapat diperoleh dari makanan tertentu dan suplemen sesuai kebutuhan. Namun, gangguan ginjal, riwayat batu ginjal, atau kadar kalsium darah yang tinggi dapat memengaruhi keamanan konsumsi suplemen. Karena itu, lansia sebaiknya tidak memulai dosis tinggi tanpa berkonsultasi dengan dokter.
Pada lansia, menjaga kesehatan tulang juga memerlukan aktivitas fisik yang sesuai kemampuan, latihan keseimbangan, dan upaya mencegah jatuh. Kalsium dan vitamin D merupakan bagian dari pendekatan menyeluruh, bukan satu-satunya faktor yang menentukan kekuatan tulang. Orang yang mengalami osteoporosis atau memiliki riwayat patah tulang mungkin membutuhkan evaluasi serta penanganan khusus. Dokter dapat menilai apakah perubahan pola makan, suplemen, atau pengobatan tertentu diperlukan. Penyesuaian tersebut membantu memastikan bahwa dosis kalsium vitamin D3 sesuai dengan kondisi dan tujuan perawatan.
Dosis Kalsium Vitamin D3 untuk Wanita
Kebutuhan kalsium wanita dapat berubah sesuai usia dan tahap kehidupan. Wanita dewasa berusia 19–50 tahun umumnya membutuhkan sekitar 1.000 mg kalsium per hari, sedangkan wanita berusia 51 tahun ke atas umumnya membutuhkan sekitar 1.200 mg per hari. Perubahan hormon setelah menopause dapat meningkatkan risiko kehilangan massa tulang sehingga pemenuhan kalsium dan vitamin D menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Meski demikian, kebutuhan suplemen tidak sama bagi setiap wanita karena asupan makanan dan kondisi kesehatan berbeda-beda. Evaluasi pola makan dapat membantu menentukan apakah suplemen memang dibutuhkan.
Pada masa kehamilan dan menyusui, kebutuhan kalsium tidak selalu meningkat dibandingkan rekomendasi untuk wanita pada usia yang sama. Namun, kecukupan asupan tetap penting untuk mendukung kebutuhan ibu dan perkembangan bayi. Vitamin D juga berperan dalam metabolisme kalsium selama kehamilan dan menyusui. Ibu hamil atau menyusui sebaiknya memeriksa kandungan vitamin dan mineral dalam suplemen yang sudah dikonsumsi agar tidak menggandakan asupan tanpa disadari. Pemilihan dosis tambahan perlu mengikuti rekomendasi dokter atau tenaga kesehatan yang mendampingi.
Wanita yang mengalami menopause dini, memiliki osteoporosis, atau menjalani pola makan yang sangat terbatas mungkin membutuhkan penilaian khusus. Suplemen tidak sebaiknya digunakan untuk menggantikan pemeriksaan kesehatan atau pengobatan yang diperlukan. Selain itu, konsumsi kalsium berlebihan dapat menimbulkan masalah pada sebagian orang, terutama jika terdapat riwayat batu ginjal atau gangguan fungsi ginjal. Mengutamakan makanan bergizi dan mengikuti saran tenaga kesehatan merupakan langkah yang lebih aman. Dengan demikian, dosis kalsium vitamin D3 untuk wanita perlu ditentukan berdasarkan usia, tahap kehidupan, dan kebutuhan aktual.
Faktor yang Memengaruhi Kebutuhan Suplemen
Beberapa faktor dapat membuat seseorang membutuhkan perhatian lebih terhadap asupan kalsium dan vitamin D. Gangguan penyerapan, penyakit pencernaan tertentu, pola makan terbatas, serta penggunaan obat tertentu dapat memengaruhi status zat gizi. Orang yang memiliki penyakit ginjal atau gangguan metabolisme kalsium juga mungkin membutuhkan rekomendasi yang berbeda. Dalam kondisi tersebut, menambah suplemen tanpa penilaian dapat menimbulkan risiko yang tidak diperlukan. Dokter dapat mempertimbangkan riwayat kesehatan, obat yang digunakan, pola makan, dan pemeriksaan yang relevan sebelum menentukan dosis.
Paparan sinar matahari turut memengaruhi pembentukan vitamin D di dalam tubuh. Namun, jumlah vitamin D yang dihasilkan tidak dapat ditentukan hanya dari lamanya seseorang berada di luar ruangan. Faktor seperti warna kulit, usia, lokasi geografis, waktu paparan, pakaian, dan penggunaan tabir surya dapat memengaruhi produksi vitamin D. Oleh karena itu, orang tidak sebaiknya meningkatkan paparan sinar ultraviolet secara berlebihan hanya untuk memenuhi kebutuhan vitamin D. Pola makan yang memadai dan penggunaan suplemen sesuai kebutuhan dapat menjadi bagian dari pendekatan yang lebih terukur.
Kebiasaan mengonsumsi beberapa suplemen sekaligus juga perlu diperhatikan. Produk multivitamin, suplemen tulang, dan vitamin D3 terpisah mungkin memiliki kandungan zat gizi yang saling tumpang tindih. Jika jumlahnya tidak dihitung, total asupan dapat melebihi kebutuhan yang dianjurkan. Periksa label produk untuk mengetahui jumlah kalsium elemental dan vitamin D yang terkandung di dalamnya. Apabila terdapat keraguan, mintalah bantuan apoteker atau dokter untuk meninjau seluruh produk yang dikonsumsi.
Cara Mengonsumsi Kalsium Vitamin D3 dengan Tepat
Cara konsumsi suplemen dapat memengaruhi kenyamanan dan penyerapan zat gizi. Vitamin D3 umumnya dapat dikonsumsi bersama makanan yang mengandung lemak untuk membantu penyerapannya. Kalsium karbonat biasanya lebih baik dikonsumsi bersama makanan, sedangkan kalsium sitrat dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan sesuai petunjuk produk. Karena itu, periksa jenis kalsium yang terkandung dalam suplemen sebelum menentukan jadwal penggunaannya. Ikuti aturan pada kemasan atau anjuran tenaga kesehatan jika terdapat kondisi medis tertentu.
Jumlah kalsium yang diserap tubuh dari suplemen dapat dipengaruhi oleh besarnya dosis sekali konsumsi. Secara umum, penyerapan kalsium lebih efisien ketika jumlah kalsium elemental dalam satu kali konsumsi tidak terlalu besar, sekitar 500 mg atau kurang. Jika seseorang membutuhkan dosis tambahan yang lebih tinggi, pembagian konsumsi dapat dipertimbangkan berdasarkan petunjuk produk atau rekomendasi tenaga kesehatan. Perlu diingat bahwa angka tersebut merujuk pada kalsium elemental, bukan berat total senyawa kalsium yang tertulis pada label. Memahami perbedaan ini membantu menghindari kesalahan ketika menghitung asupan suplemen.
Kalsium juga dapat berinteraksi dengan beberapa obat, termasuk obat tiroid tertentu dan antibiotik tertentu. Jarak waktu konsumsi yang diperlukan berbeda-beda bergantung pada jenis obat yang digunakan. Oleh sebab itu, orang yang menjalani pengobatan rutin sebaiknya meminta petunjuk dokter atau apoteker mengenai jadwal yang sesuai. Jangan menghentikan obat resep atau mengubah dosisnya hanya untuk menyesuaikan dengan suplemen. Pengaturan jadwal yang tepat dapat membantu mengurangi risiko interaksi dan mendukung keamanan penggunaan.
Risiko Konsumsi Kalsium dan Vitamin D3 Berlebihan
Meskipun dibutuhkan tubuh, kalsium dan vitamin D dapat menimbulkan masalah jika dikonsumsi secara berlebihan. Asupan kalsium yang terlalu tinggi dari makanan dan suplemen dapat meningkatkan risiko efek samping tertentu, termasuk sembelit pada sebagian orang. Pada kondisi tertentu, konsumsi berlebihan juga dapat berkaitan dengan peningkatan kadar kalsium atau masalah ginjal. Vitamin D dosis tinggi dalam jangka panjang dapat menyebabkan penumpukan kalsium dalam darah yang berpotensi berbahaya. Karena itu, suplemen dosis tinggi tidak sebaiknya dikonsumsi tanpa indikasi dan pengawasan medis.
Gejala kelebihan vitamin D dapat mencakup mual, muntah, kelemahan, rasa haus berlebihan, sering buang air kecil, dan gangguan ginjal. Gejala tersebut tidak selalu muncul pada setiap orang dan dapat disebabkan oleh kondisi lain sehingga tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya dasar diagnosis. Jika muncul keluhan setelah mengonsumsi suplemen dosis tinggi, segera minta penilaian tenaga kesehatan. Bawalah informasi mengenai nama produk, dosis, frekuensi konsumsi, dan suplemen lain yang digunakan. Informasi tersebut membantu tenaga kesehatan menilai kemungkinan efek samping dan menentukan tindakan yang diperlukan.
Baca juga : Efek Samping Kalsium Vitamin D3 yang Perlu Diperhatikan Saat Menggunakan Suplemen
Kesimpulan
Dosis kalsium vitamin D3 perlu disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, pola makan, kondisi kesehatan, dan kebutuhan masing-masing orang. Kalsium mendukung kesehatan tulang, otot, dan saraf, sedangkan vitamin D3 membantu penyerapan kalsium serta menjaga keseimbangan mineral dalam tubuh. Kebutuhan harian sebaiknya dihitung dari seluruh sumber, termasuk makanan, minuman, dan suplemen. Tidak semua orang membutuhkan suplemen tambahan apabila asupan hariannya sudah mencukupi. Konsultasi dengan dokter atau apoteker dapat membantu menentukan dosis yang tepat, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang yang memiliki penyakit tertentu.
Penggunaan suplemen secara bijak perlu disertai kebiasaan makan seimbang, aktivitas fisik yang sesuai, dan perhatian terhadap petunjuk produk. Hindari mengonsumsi dosis tinggi hanya karena menganggap jumlah yang lebih besar akan memberikan manfaat lebih cepat. Perhatikan pula kemungkinan interaksi dengan obat dan kandungan zat gizi dari produk lain yang dikonsumsi. Jika terdapat dugaan kekurangan kalsium atau vitamin D, tenaga kesehatan dapat membantu menentukan apakah pemeriksaan atau penanganan khusus diperlukan. Dengan memahami kebutuhan berdasarkan usia dan kondisi, penggunaan kalsium vitamin D3 dapat dilakukan secara lebih aman dan sesuai tujuan.
Lengkapi kebutuhan nutrisi harian dengan produk Kalsium dan Vitamin D3 yang praktis dikonsumsi. Cocok menjadi bagian dari pola hidup sehat untuk membantu memenuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D. Dapatkan produknya sekarang dan jadikan pemenuhan nutrisi tulang lebih mudah setiap hari.

Tags: kalsium vitamin D3
Dosis Kalsium Vitamin D3 dan Cara Memahami Kebutuhan Berdasarkan Usia serta Kondisi
Dalam dunia parfum, tren unisex semakin menarik perhatian dengan pendekatannya yang inklusif dan modern. Parfum unisex menantang batas-batas tradisional gender... selengkapnya
Asam urat dan ginjal memiliki hubungan yang erat karena ginjal berperan penting dalam membuang asam urat dari tubuh. Asam urat... selengkapnya
Nafsu makan yang menurun dapat membuat seseorang sulit memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi setiap hari. Kondisi ini bisa terjadi... selengkapnya
Nafsu makan yang menurun dapat membuat seseorang kesulitan memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi setiap hari. Kondisi ini bisa terjadi... selengkapnya
Dalam kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tekanan, banyak pria mengalami penurunan vitalitas, stamina, serta performa seksual. Masalah seperti... selengkapnya
Vitamin D3 merupakan salah satu bentuk vitamin D yang memiliki peran penting dalam berbagai proses biologis di dalam tubuh. Fungsi... selengkapnya
Konsentrasi dan fungsi otak adalah dua aspek penting yang menentukan bagaimana seseorang menjalani aktivitas hariannya. Di tengah kesibukan dan tuntutan... selengkapnya
Dalam kehidupan modern yang penuh tekanan, banyak pria merasa stamina menurun, gairah berkurang, hingga kualitas sperma tidak lagi sebaik dahulu.... selengkapnya
Stres adalah musuh besar bagi kesehatan tubuh, termasuk bagi kesuburan pria. Banyak yang tidak menyadari bahwa tekanan pikiran yang berlarut-larut... selengkapnya
Patchouli (Pogostemon cablin) adalah salah satu bahan alami yang paling ikonik dan dihargai dalam dunia parfum. Dikenal dengan aroma yang... selengkapnya
Madu Multisari merupakan madu murni 100% alami yang dihasilkan langsung dari peternakan lebah terbaik di Indonesia. Setiap tetesnya berasal dari… selengkapnya
Rp 146.200Madu Hitam Kembang Joyo terbuat dari nektar bunga Camelina, dikenal memiliki kandungan antioksidan tinggi dan manfaat luar biasa bagi kesehatan…. selengkapnya
Rp 147.600Hotto Purto Oat Mame adalah minuman kesehatan tinggi serat yang diformulasikan khusus untuk menjaga kesehatan pencernaan, membantu menurunkan kolesterol, dan… selengkapnya
Rp 570.0000%
🍯 Apa itu MW GAIN HONEY PLUS ? 🍯 Merupakan Madu Herbal yg diformulasikan khusus untuk membantu Menambah Berat Badan… selengkapnya
Rp 250.000 Rp 250.000Sun Chlorella A adalah suplemen makanan alami yang terbuat dari mikroalga Chlorella pyrenoidosa, sumber nutrisi super yang kaya protein, klorofil,… selengkapnya
Rp 2.972.5000%
Bahan hebal seperti Kunyit dan Madu bisa bantu mengatasi masalah Nyeri di Dada, dan juga Asam Lambung yang disebabkan karena… selengkapnya
Rp 99.000 Rp 99.0007%
CREED WHITE ROUGE 540 Parfum Pria 100ML Original Singapore (Best Seller ❤️🔥) Creed White Rouge 540 EDP 100ml Terbuat dari… selengkapnya
Rp 139.000 Rp 150.00040%
Baccarat Rouge 540, sebuah parfum dengan aroma oriental floral yang cocok untuk pria dan wanita, Baccarat Rouge 540 menyentuh kulit… selengkapnya
Rp 149.000 Rp 250.000Plant Catalyst 2006 adalah pupuk pelengkap berkualitas tinggi yang mengandung unsur hara makro dan mikro lengkap serta bersifat basa, membantu… selengkapnya
Rp 227.500Wakasa Gold adalah suplemen cair alami dengan kandungan ekstrak Chlorella Growth Factor (CGF) hingga 40%, diperkaya dengan cita rasa lemon… selengkapnya
Rp 1.865.000


Saat ini belum tersedia komentar.