- OBAT HERBAL EPILEPSI CUMA 350RIBU FAST RESPON ORDER VIA WHATSAPP. PENGIRIMAN DIPROSES SETELAH MENERIMA BUKTI TRANSFER
Kebutuhan Kalsium Lansia dan Pentingnya Menjaga Asupan untuk Kesehatan Tulang
Memasuki usia lanjut, kebutuhan nutrisi perlu diperhatikan agar tubuh tetap mendapatkan zat gizi yang mendukung fungsi organ dan aktivitas sehari-hari. Salah satu mineral yang penting diperhatikan adalah kalsium karena sebagian besar kalsium tubuh tersimpan di dalam tulang dan gigi. Kebutuhan kalsium lansia perlu dipenuhi secara konsisten karena proses penuaan dapat disertai perubahan pada kepadatan dan kekuatan tulang. Asupan kalsium yang cukup juga perlu didukung oleh vitamin D, protein, aktivitas fisik, serta pola hidup yang mendukung kesehatan tulang. Oleh karena itu, memahami kebutuhan kalsium lansia dapat membantu menentukan pola makan yang lebih sesuai pada usia lanjut.
Baca juga : Cara Menambah Berat Badan dengan Meningkatkan Asupan Kalori dan Nutrisi secara Bertahap
Kebutuhan Kalsium Lansia Setiap Hari
Kebutuhan kalsium lansia umumnya berada pada kisaran 1.200 mg per hari untuk orang berusia lebih dari 70 tahun. Pada usia 51–70 tahun, kebutuhan dapat berbeda berdasarkan jenis kelamin, yaitu sekitar 1.000 mg per hari untuk pria dan 1.200 mg per hari untuk wanita. Angka tersebut merupakan rekomendasi asupan harian yang mencakup kalsium dari makanan, minuman, maupun suplemen. Setelah usia lanjut, pemenuhan kebutuhan mineral sebaiknya tidak hanya mengandalkan satu jenis makanan. Rekomendasi tersebut dapat menjadi acuan umum, sedangkan kebutuhan seseorang dapat berbeda berdasarkan kondisi kesehatan dan pola makannya.
Kebutuhan kalsium lansia menjadi perhatian karena kemampuan tubuh menyerap kalsium dapat menurun seiring bertambahnya usia. Kondisi tersebut membuat pemilihan makanan sumber kalsium menjadi bagian penting dalam pola makan sehari-hari. Namun, memenuhi kebutuhan kalsium bukan berarti mengonsumsi suplemen dalam jumlah tinggi tanpa mempertimbangkan asupan dari makanan. Jumlah kalsium yang terlalu tinggi juga tidak selalu memberikan manfaat tambahan dan batas atas asupan untuk orang dewasa berusia 51 tahun ke atas adalah 2.000 mg per hari menurut sumber tersebut. Karena itu, jumlah total kalsium dari seluruh sumber perlu diperhatikan agar tidak berlebihan.
Mengapa Kalsium Penting bagi Lansia?
Kalsium merupakan mineral utama yang membantu mempertahankan struktur dan kekuatan tulang. Tulang bukan jaringan yang sepenuhnya tetap, tetapi terus mengalami proses pembentukan dan penguraian sepanjang kehidupan. Ketika proses penuaan berlangsung, perubahan pada metabolisme tulang dapat menyebabkan kepadatan tulang berkurang pada sebagian orang. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kerentanan terhadap patah tulang, terutama jika terdapat faktor risiko lain. Oleh sebab itu, kebutuhan kalsium lansia perlu dipenuhi sebagai salah satu bagian dari upaya menjaga kesehatan tulang.
Kalsium juga memiliki fungsi lain di dalam tubuh selain berhubungan dengan tulang. Mineral ini berperan dalam fungsi otot, sistem saraf, pembekuan darah, serta sejumlah proses fisiologis lainnya. Tubuh akan menjaga kadar kalsium dalam darah melalui mekanisme yang melibatkan tulang, saluran pencernaan, ginjal, dan hormon. Jika asupan makanan tidak mencukupi dalam jangka panjang, tubuh tetap harus mempertahankan keseimbangan kalsium melalui berbagai mekanisme tersebut. Karena itu, pola makan yang cukup kalsium tetap penting meskipun tujuan utama pembahasannya adalah kesehatan tulang.
Hubungan Kalsium dengan Kepadatan Tulang
Kepadatan tulang dapat mengalami perubahan sepanjang kehidupan dan proses tersebut menjadi semakin penting untuk diperhatikan ketika seseorang memasuki usia lanjut. Pada wanita, perubahan hormon setelah menopause dapat mempercepat proses kehilangan massa tulang. Pada pria maupun wanita, bertambahnya usia juga dapat disertai perubahan dalam pembentukan dan penyerapan kembali jaringan tulang. Asupan kalsium yang cukup membantu menyediakan mineral yang diperlukan untuk mempertahankan jaringan tulang. Namun, kalsium bukan satu-satunya faktor yang menentukan kepadatan tulang karena kesehatan tulang juga dipengaruhi vitamin D, aktivitas fisik, berat badan, dan faktor lainnya.
Kesehatan tulang pada lansia perlu dilihat sebagai hasil dari kebiasaan yang dilakukan dalam jangka panjang. Pola makan yang mengandung kalsium dapat dikombinasikan dengan sumber protein dan vitamin D yang memadai. Aktivitas fisik yang sesuai kemampuan juga dapat membantu mempertahankan kekuatan tulang dan fungsi tubuh. Sebaliknya, kurang bergerak, berat badan terlalu rendah, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol berlebihan dapat menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam kesehatan tulang. Pendekatan yang menyeluruh lebih tepat daripada hanya berfokus pada satu jenis mineral.
Sumber Kalsium dari Makanan
Salah satu cara memenuhi kebutuhan kalsium lansia adalah memasukkan makanan sumber kalsium ke dalam menu sehari-hari. Susu dan produk olahannya seperti yoghurt serta keju merupakan beberapa sumber kalsium yang umum dikonsumsi. Ikan tertentu yang dimakan bersama tulangnya, seperti sarden kalengan, juga dapat menyediakan kalsium. Beberapa sayuran berdaun hijau dan makanan yang diperkaya kalsium dapat menjadi pilihan tambahan. Variasi sumber makanan dapat membantu lansia memperoleh kalsium tanpa harus bergantung pada satu jenis makanan saja.
Lansia yang tidak dapat mengonsumsi susu karena intoleransi laktosa tetap memiliki beberapa pilihan untuk memenuhi kebutuhan kalsium. Produk susu bebas laktosa dapat menjadi alternatif karena kandungan kalsiumnya dapat tetap tersedia. Makanan yang diperkaya kalsium juga dapat dipertimbangkan dengan memperhatikan informasi nilai gizi pada kemasan. Tahu tertentu, minuman berbasis kedelai yang diperkaya kalsium, serta beberapa sayuran dapat membantu menambah asupan mineral tersebut. Pemilihan makanan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi pencernaan, kebiasaan makan, dan kebutuhan gizi secara keseluruhan.
Contoh Makanan yang Mengandung Kalsium
Menu harian lansia dapat dibuat lebih beragam dengan memasukkan beberapa makanan yang mengandung kalsium. Susu dapat dikonsumsi bersama sarapan, sedangkan yoghurt dapat menjadi pilihan makanan selingan apabila sesuai dengan kondisi tubuh. Ikan dengan tulang lunak yang dapat dimakan juga dapat menjadi bagian dari menu utama. Sayuran seperti brokoli dan beberapa sayuran berdaun hijau dapat ditambahkan sebagai pelengkap makanan. Kombinasi berbagai makanan tersebut dapat membantu mendekati kebutuhan kalsium harian tanpa harus mengandalkan suplemen.
Selain memperhatikan jenis makanan, jumlah dan frekuensi konsumsi juga perlu diperhatikan. Lansia yang hanya mengonsumsi makanan sumber kalsium sesekali mungkin tetap kesulitan memenuhi kebutuhan harian secara konsisten. Membagi sumber kalsium ke dalam beberapa waktu makan dapat menjadi cara praktis untuk memasukkannya ke dalam pola makan. Pilihan makanan juga perlu mempertimbangkan kandungan gula, lemak, garam, dan zat gizi lainnya. Dengan demikian, pemenuhan kebutuhan kalsium lansia dapat berjalan bersama dengan penerapan pola makan yang seimbang.
Peran Vitamin D dalam Penyerapan Kalsium
Kalsium dan vitamin D memiliki hubungan yang erat dalam menjaga kesehatan tulang. Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium dari saluran pencernaan sehingga mineral tersebut dapat dimanfaatkan dengan lebih baik. Pada usia lanjut, perhatian terhadap kecukupan vitamin D menjadi semakin penting karena status vitamin D yang rendah dapat berkaitan dengan kesehatan tulang. Sumber vitamin D dapat berasal dari makanan tertentu, paparan sinar matahari, dan suplemen jika memang diperlukan. Pemenuhan vitamin D sebaiknya tetap mempertimbangkan kondisi kesehatan dan anjuran tenaga kesehatan.
Kebutuhan vitamin D tidak berarti lansia harus mengonsumsi suplemen dalam dosis tinggi secara mandiri. Jumlah yang diperlukan dapat berbeda berdasarkan usia, asupan makanan, paparan sinar matahari, dan kondisi tertentu. Pemeriksaan atau konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu menentukan apakah seseorang membutuhkan tambahan vitamin D. Pola makan yang menyediakan vitamin D dan kalsium secara cukup dapat menjadi bagian dari strategi menjaga tulang. Karena itu, membahas kebutuhan kalsium lansia sebaiknya selalu mempertimbangkan kecukupan vitamin D sebagai pendukungnya.
Kalsium dan Aktivitas Fisik pada Lansia
Pemenuhan kebutuhan kalsium lansia akan lebih optimal jika disertai gaya hidup aktif sesuai kemampuan. Aktivitas seperti berjalan kaki, latihan kekuatan, dan beberapa bentuk latihan menahan beban dapat membantu mempertahankan kekuatan tulang dan otot. Aktivitas fisik juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan tubuh dan kemampuan melakukan kegiatan sehari-hari. Bagi lansia, jenis serta intensitas latihan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi fisik dan risiko jatuh. Aktivitas yang tepat tidak harus berat, tetapi perlu dilakukan secara teratur dan aman. (NIA)
Kurang bergerak dapat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam menjaga kesehatan tulang pada usia lanjut. Lansia yang jarang melakukan aktivitas fisik juga dapat mengalami penurunan kekuatan otot dan fungsi gerak. Kondisi tersebut dapat meningkatkan tantangan ketika melakukan aktivitas sehari-hari atau mempertahankan keseimbangan. Oleh karena itu, pola makan dengan kalsium yang cukup sebaiknya tidak dipisahkan dari kebiasaan bergerak secara rutin. Jika terdapat penyakit tertentu atau keterbatasan gerak, jenis aktivitas sebaiknya dibicarakan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.
Faktor yang Dapat Menghambat Pemenuhan Kalsium
Beberapa lansia mungkin mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan kalsium karena perubahan nafsu makan atau pola makan yang semakin terbatas. Masalah gigi dan mulut juga dapat membuat seseorang menghindari makanan tertentu yang memiliki tekstur lebih keras. Gangguan pencernaan atau intoleransi terhadap makanan tertentu dapat semakin membatasi pilihan sumber kalsium. Selain itu, pola makan yang kurang beragam dapat menyebabkan asupan beberapa mineral menjadi tidak optimal. Kondisi tersebut perlu diperhatikan agar kebutuhan kalsium lansia tidak terabaikan dalam menu sehari-hari.
Lansia dengan kebutuhan nutrisi yang tidak terpenuhi juga dapat menghadapi masalah gizi secara lebih luas. Asupan energi, protein, vitamin, dan mineral perlu diperhatikan secara bersamaan agar pola makan tetap seimbang. Memusatkan perhatian hanya pada kalsium tanpa mempertimbangkan kebutuhan zat gizi lain dapat membuat pola makan menjadi kurang lengkap. Jika nafsu makan menurun dalam waktu lama atau berat badan terus berkurang, evaluasi pola makan dapat diperlukan. Tenaga kesehatan atau ahli gizi dapat membantu menyesuaikan menu dengan kondisi dan kebutuhan individu.
Apakah Lansia Perlu Mengonsumsi Suplemen Kalsium?
Suplemen kalsium tidak selalu diperlukan oleh setiap lansia. Kebutuhan kalsium sebaiknya diupayakan terlebih dahulu melalui makanan yang beragam dan sesuai dengan kebutuhan tubuh. Suplemen dapat dipertimbangkan apabila asupan makanan tidak mencukupi atau terdapat kondisi tertentu yang membuat kebutuhan sulit dipenuhi. Keputusan tersebut sebaiknya dilakukan berdasarkan penilaian tenaga kesehatan, terutama jika lansia sedang mengonsumsi beberapa obat. Penggunaan suplemen secara mandiri dalam dosis tinggi bukan pendekatan yang tepat untuk semua orang. (ODs)
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah jumlah kalsium yang berasal dari seluruh sumber. Seseorang yang sudah mendapatkan banyak kalsium dari makanan mungkin tidak membutuhkan tambahan dalam jumlah besar dari suplemen. Asupan kalsium yang berlebihan dapat meningkatkan risiko masalah tertentu dan dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat. Beberapa obat, seperti levotiroksin dan antibiotik kuinolon, dapat berinteraksi dengan suplemen kalsium sehingga waktu konsumsinya perlu diperhatikan. Karena itu, lansia yang rutin mengonsumsi obat sebaiknya berkonsultasi sebelum menggunakan suplemen kalsium.
Cara Memenuhi Kebutuhan Kalsium Lansia
Memenuhi kebutuhan kalsium lansia dapat dimulai dengan mengevaluasi makanan yang dikonsumsi setiap hari. Pastikan terdapat setidaknya beberapa pilihan makanan sumber kalsium dalam menu secara rutin. Susu atau produk olahannya dapat menjadi salah satu pilihan apabila dapat ditoleransi oleh tubuh. Sumber kalsium lain dapat berasal dari ikan tertentu, sayuran, tahu, atau produk yang telah diperkaya kalsium. Dengan menu yang bervariasi, kebutuhan mineral dapat dipenuhi tanpa menjadikan satu makanan sebagai satu-satunya sumber nutrisi.
Selain menambahkan makanan sumber kalsium, penting untuk mengurangi kebiasaan yang dapat mengganggu kesehatan tulang. Merokok, konsumsi alkohol berlebihan, kurang aktivitas fisik, dan pola makan yang rendah zat gizi dapat menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Lansia juga perlu menjaga berat badan tetap sehat dan mencukupi asupan protein sesuai kebutuhan. Kebiasaan tersebut dapat mendukung kesehatan tulang sekaligus membantu mempertahankan fungsi fisik. Pencegahan masalah tulang sebaiknya dilakukan melalui kombinasi pola makan, aktivitas, dan kebiasaan hidup yang sehat.
Kapan Lansia Perlu Berkonsultasi dengan Tenaga Kesehatan?
Lansia sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila memiliki pola makan yang sangat terbatas atau kesulitan memenuhi kebutuhan nutrisi sehari-hari. Konsultasi juga penting jika terdapat riwayat patah tulang, osteoporosis, gangguan penyerapan nutrisi, atau kondisi kesehatan tertentu yang memengaruhi metabolisme mineral. Penggunaan obat dalam jangka panjang juga perlu diperhitungkan ketika menentukan kebutuhan kalsium dan vitamin D. Tenaga kesehatan dapat menilai pola makan, faktor risiko, serta kemungkinan kebutuhan pemeriksaan atau suplemen. Pendekatan tersebut lebih aman dibandingkan menentukan dosis suplemen hanya berdasarkan perkiraan.
Pemeriksaan lebih lanjut dapat menjadi pertimbangan jika terdapat faktor risiko kehilangan kepadatan tulang. Riwayat patah tulang akibat benturan ringan, perubahan tinggi badan, atau kondisi lain yang berkaitan dengan kesehatan tulang perlu disampaikan kepada tenaga kesehatan. Risiko patah tulang pada lansia tidak hanya dipengaruhi oleh asupan kalsium, tetapi juga usia, aktivitas fisik, riwayat patah tulang, kondisi tulang, dan risiko jatuh. Karena itu, penilaian kesehatan tulang sebaiknya dilakukan secara menyeluruh. Deteksi faktor risiko lebih awal dapat membantu menentukan langkah yang sesuai untuk menjaga kesehatan dan kemandirian lansia.
Pentingnya Pola Makan Seimbang pada Lansia
Kebutuhan kalsium lansia merupakan salah satu bagian dari kebutuhan nutrisi yang perlu diperhatikan seiring bertambahnya usia. Kalsium membantu mempertahankan struktur tulang, tetapi manfaatnya perlu didukung oleh vitamin D, protein, aktivitas fisik, dan pola hidup sehat. Lansia dapat memperoleh kalsium dari berbagai makanan seperti susu, yoghurt, keju, ikan tertentu, sayuran, serta makanan yang diperkaya kalsium. Suplemen tidak selalu dibutuhkan dan penggunaannya sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi kesehatan masing-masing. Dengan memperhatikan asupan secara menyeluruh, pemenuhan kebutuhan kalsium dapat menjadi bagian dari upaya mempertahankan kesehatan tulang pada usia lanjut.
Menjaga kesehatan tulang sebaiknya dimulai dari kebiasaan sehari-hari yang realistis dan dapat dilakukan secara konsisten. Menu yang beragam dapat membantu memenuhi kebutuhan kalsium sekaligus menyediakan protein dan berbagai vitamin serta mineral lainnya. Aktivitas fisik yang sesuai kemampuan juga penting untuk mempertahankan kekuatan tubuh dan membantu mengurangi berbagai risiko pada usia lanjut. Jika terdapat kesulitan memenuhi kebutuhan nutrisi, penggunaan obat tertentu, atau faktor risiko tulang, konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu menentukan langkah yang tepat. Dengan demikian, memahami kebutuhan kalsium lansia bukan hanya tentang mengejar jumlah tertentu, tetapi juga membangun pola hidup yang mendukung kesehatan tulang dalam jangka panjang.
Baca juga : Vitamin D3 untuk Orang Dewasa dan Perannya dalam Menunjang Kesehatan Tulang
Kesimpulan
Kebutuhan kalsium lansia umumnya sekitar 1.200 mg per hari untuk orang berusia lebih dari 70 tahun, sedangkan kebutuhan pada usia 51–70 tahun dapat berbeda antara pria dan wanita. Pemenuhan kalsium dapat dilakukan melalui makanan seperti susu, yoghurt, keju, ikan tertentu, sayuran, dan produk yang diperkaya kalsium. Kalsium perlu didukung oleh vitamin D, protein, aktivitas fisik, dan kebiasaan hidup yang baik agar kesehatan tulang dapat dipelihara secara menyeluruh. Suplemen kalsium tidak otomatis diperlukan oleh semua lansia dan sebaiknya digunakan berdasarkan kebutuhan serta pertimbangan tenaga kesehatan.
Perhatian terhadap kebutuhan kalsium lansia menjadi semakin penting karena usia lanjut merupakan salah satu faktor yang berkaitan dengan meningkatnya risiko kerapuhan tulang dan patah tulang. Namun, kesehatan tulang dipengaruhi oleh banyak faktor sehingga pemenuhan kalsium sebaiknya menjadi bagian dari pendekatan yang lebih luas. Pola makan seimbang, aktivitas fisik yang sesuai, kecukupan vitamin D, dan pemeriksaan kesehatan bila diperlukan dapat membantu menjaga kondisi tubuh. Lansia dengan kondisi khusus atau konsumsi obat rutin sebaiknya mendapatkan saran profesional sebelum menambah suplemen. Dengan kebiasaan yang tepat dan konsisten, asupan kalsium dapat menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung kesehatan tulang pada usia lanjut.
Lengkapi kebutuhan nutrisi harian dengan produk Kalsium dan Vitamin D3 yang praktis dikonsumsi. Cocok menjadi bagian dari pola hidup sehat untuk membantu memenuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D. Dapatkan produknya sekarang dan jadikan pemenuhan nutrisi tulang lebih mudah setiap hari.

Tags: kebutuhan kalsium lansia
Kebutuhan Kalsium Lansia dan Pentingnya Menjaga Asupan untuk Kesehatan Tulang
Daun kelor merupakan salah satu tanaman yang telah lama dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan tanaman herbal di berbagai negara. Kandungan... selengkapnya
Di era modern ini, menjaga kesehatan tubuh menjadi kebutuhan utama. Aktivitas padat, pola makan tidak seimbang, stres, dan kurang tidur... selengkapnya
Menjaga kesehatan tubuh setiap hari tidak lepas dari peran antioksidan. Antioksidan adalah zat yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan... selengkapnya
Nyeri otot dapat muncul setelah melakukan aktivitas fisik, berolahraga, bekerja dalam posisi tertentu, atau mengalami ketegangan pada bagian tubuh tertentu.... selengkapnya
Kulit adalah bagian tubuh yang paling pertama terlihat dan sering kali menjadi cerminan kesehatan seseorang. Namun, paparan sinar matahari, luka,... selengkapnya
Kulit adalah lapisan pelindung utama tubuh manusia yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan tubuh dari berbagai ancaman luar seperti bakteri,... selengkapnya
Menjaga kebersihan gigi dan gusi merupakan bagian penting dari rutinitas perawatan tubuh sehari-hari. Selain menyikat gigi, penggunaan obat kumur dapat... selengkapnya
Kekebalan tubuh yang kuat memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan secara menyeluruh dan melindungi tubuh dari serangan berbagai penyakit. Selain... selengkapnya
CNI Ginseng Coffee telah menjadi salah satu produk minuman kesehatan yang begitu dikenal di Indonesia. Sejak pertama kali diperkenalkan pada... selengkapnya
Arthritis adalah kondisi medis yang merusak sendi, menyebabkan nyeri, kekakuan, dan peradangan. Dengan prevalensinya yang tinggi, arthritis mempengaruhi jutaan orang... selengkapnya
Momiku Bio Broth merupakan kaldu tulang ayam siap konsumsi pertama di Indonesia yang hadir untuk mendukung tumbuh kembang optimal anak… selengkapnya
Rp 189.900Madu Klanceng Bambu WB Wild Bee merupakan madu murni berkualitas tinggi yang dihasilkan dari lebah klanceng (Trigona spp.), salah satu… selengkapnya
Rp 137.700Herbamojo adalah suplemen herbal alami yang diformulasikan khusus untuk membantu memelihara stamina dan vitalitas pria. Terbuat dari kombinasi bahan-bahan herbal… selengkapnya
Rp 52.250CNI PowerfulX Ginseng Sports Cream 60ml adalah krim perawatan kulit yang diformulasikan khusus untuk menunjang aktivitas fisik dan olahraga. Dapat… selengkapnya
Rp 437.50015%
Parfum Mon Jasmin Noir EDP oleh Bvlgari, Mon jasmin noir adalah tentang mengungkapkan rahasia hutan. Ini diluncurkan pada tahun 2011… selengkapnya
Rp 127.000 Rp 150.000Well3 Flower Honey adalah 100% madu akasia murni yang dihasilkan dari lebah ternak di kawasan pegunungan dengan ekologi alami terbaik… selengkapnya
Rp 326.500CNI PowerfulX Ginseng Sports Cream adalah krim perawatan kulit yang dirancang khusus untuk menunjang aktivitas fisik dan olahraga. Diformulasikan dengan… selengkapnya
Rp 256.500CNI Nutrimoist Face Sunscreen SPF45 PA+++ (invivo test) adalah Hybrid Sunscreen yang memberikan perlindungan ganda terhadap sinar matahari, polusi, serta… selengkapnya
Rp 175.000CNI Sleepdah adalah patch tidur inovatif yang diformulasikan dari bahan-bahan alami (vegan & medical grade) untuk membantu tubuh rileks dan… selengkapnya
Rp 58.50038%
Maison Francis Kurkdijan Oud Satin Mood EDP merupakan parfum untuk pria dan wanita dengan aroma oriental woody yang Cocok untuk… selengkapnya
Rp 155.000 Rp 250.000


Saat ini belum tersedia komentar.