- OBAT HERBAL EPILEPSI CUMA 350RIBU FAST RESPON ORDER VIA WHATSAPP. PENGIRIMAN DIPROSES SETELAH MENERIMA BUKTI TRANSFER
Mengapa Orang Muda Bisa Mengalami Asam Urat dan Faktor yang Perlu Diperhatikan
Asam urat di usia muda sering kali dianggap sebagai kondisi yang hanya dialami oleh orang lanjut usia. Padahal, peningkatan kadar asam urat dan penyakit gout dapat terjadi pada orang yang masih berusia muda karena berbagai faktor. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan pola makan, berat badan, kebiasaan sehari-hari, kondisi kesehatan tertentu, hingga faktor genetik. Kadar asam urat yang tinggi juga belum tentu langsung menimbulkan gejala atau berarti seseorang pasti mengalami gout. Karena itu, penting memahami penyebab dan faktor risikonya sebelum menghubungkan nyeri sendi dengan asam urat.
Baca juga : Cara Menilai Harga Winz Mouthwash dan Menghindari Penawaran yang Tidak Wajar
Apa Itu Asam Urat?
Asam urat merupakan hasil akhir dari proses pemecahan purin yang secara alami terdapat di dalam tubuh dan juga berasal dari makanan tertentu. Dalam kondisi normal, asam urat akan dibuang terutama melalui urine setelah disaring oleh ginjal. Masalah dapat muncul ketika tubuh menghasilkan terlalu banyak asam urat atau ginjal tidak mampu membuangnya secara optimal. Kadar asam urat yang tinggi dalam darah disebut hiperurisemia, tetapi tidak semua orang dengan hiperurisemia akan mengalami gout. Gout terjadi ketika kristal urat terbentuk dan menumpuk di sekitar sendi sehingga memicu peradangan dan rasa nyeri.
Asam urat di usia muda dapat muncul ketika faktor-faktor yang memengaruhi keseimbangan asam urat sudah terjadi sejak lebih awal. Misalnya, seseorang memiliki berat badan berlebih, sering mengonsumsi minuman manis, memiliki pola makan tinggi daging, atau mengalami gangguan fungsi ginjal. Kebiasaan tertentu dapat meningkatkan produksi asam urat atau mengurangi kemampuan tubuh untuk membuangnya. Faktor keturunan juga dapat membuat seseorang lebih rentan mengalami kadar asam urat tinggi meskipun usianya masih relatif muda. Oleh sebab itu, usia bukan satu-satunya faktor yang menentukan risiko gout.
Mengapa Asam Urat Bisa Terjadi di Usia Muda?
Salah satu alasan asam urat di usia muda dapat terjadi adalah perubahan gaya hidup yang berlangsung sejak masa remaja hingga dewasa. Pola makan dengan asupan tinggi kalori, daging tertentu, makanan laut, minuman berpemanis, dan alkohol dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko. Kebiasaan kurang bergerak juga dapat berhubungan dengan peningkatan berat badan dan gangguan metabolisme yang turut memengaruhi kadar asam urat. Jika beberapa faktor tersebut terjadi secara bersamaan, risiko gangguan kadar asam urat dapat meningkat. Namun, pola hidup bukan satu-satunya penyebab sehingga kondisi kesehatan dan faktor keturunan juga perlu diperhatikan. (NIAMS)
Orang muda juga dapat mengalami asam urat ketika memiliki kondisi medis tertentu yang memengaruhi proses pembuangan asam urat. Ginjal memiliki peran penting dalam membuang asam urat sehingga gangguan fungsi ginjal dapat menyebabkan zat tersebut menumpuk dalam darah. Beberapa kondisi seperti tekanan darah tinggi, obesitas, diabetes, dan gangguan metabolisme juga berkaitan dengan peningkatan risiko hiperurisemia dan gout. Hubungan tersebut tidak berarti setiap orang dengan kondisi tersebut pasti mengalami asam urat, tetapi risikonya dapat menjadi lebih tinggi. Karena itu, keluhan yang berulang pada usia muda sebaiknya tidak hanya dianggap sebagai akibat pola makan tanpa mempertimbangkan kondisi kesehatan lainnya.
Faktor Genetik dan Riwayat Keluarga
Faktor genetik menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika membahas asam urat di usia muda. Seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat gout dapat memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk mengalami kondisi serupa. Faktor keturunan dapat memengaruhi cara tubuh mengatur produksi dan pembuangan asam urat. Pada sebagian kecil kasus, kelainan genetik tertentu juga dapat menyebabkan gangguan metabolisme purin atau pembuangan urat. Karena itu, munculnya gout pada usia muda tidak selalu menunjukkan bahwa seseorang memiliki pola hidup yang buruk.
Riwayat keluarga dapat menjadi informasi penting ketika seseorang mengalami kadar asam urat tinggi atau serangan nyeri sendi berulang. Jika orang tua atau saudara kandung memiliki riwayat gout, informasi tersebut sebaiknya disampaikan kepada dokter saat melakukan pemeriksaan. Dokter dapat mempertimbangkan riwayat tersebut bersama gejala, pemeriksaan fisik, kadar urat, fungsi ginjal, dan faktor kesehatan lainnya. Pemeriksaan yang tepat membantu membedakan antara hiperurisemia tanpa gejala dan gout yang sudah menimbulkan peradangan sendi. Dengan begitu, penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang..
Berat Badan Berlebih Dapat Meningkatkan Risiko
Berat badan berlebih merupakan salah satu faktor yang penting diperhatikan pada asam urat di usia muda. Obesitas dapat berkaitan dengan meningkatnya kadar urat karena memengaruhi produksi dan pembuangan asam urat di dalam tubuh. Kondisi tersebut juga sering berjalan bersama faktor metabolik lain seperti tekanan darah tinggi, kadar gula darah tidak normal, dan gangguan lemak darah. Kombinasi berbagai faktor tersebut dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya hiperurisemia dan gout. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa obesitas merupakan salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi melalui perubahan gaya hidup.
Menurunkan berat badan secara sehat dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kadar asam urat tetap terkendali pada orang yang memiliki berat badan berlebih. Penurunan berat badan sebaiknya dilakukan secara bertahap melalui pola makan seimbang dan aktivitas fisik yang sesuai. Diet ekstrem atau penurunan berat badan yang terlalu cepat bukan pilihan yang tepat karena kondisi tersebut dapat memengaruhi metabolisme tubuh. Tujuan utamanya bukan sekadar mendapatkan berat badan tertentu, tetapi membangun kebiasaan yang dapat dipertahankan dalam jangka panjang. Jika seseorang memiliki gout, perubahan berat badan dan pola makan sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Pola Makan yang Perlu Diperhatikan
Pola makan menjadi salah satu faktor yang sering dikaitkan dengan asam urat di usia muda. Makanan tertentu mengandung purin yang dapat dipecah menjadi asam urat setelah dicerna oleh tubuh. Konsumsi daging merah dan makanan laut dalam jumlah tinggi dapat berkaitan dengan peningkatan risiko hiperurisemia dan gout. Namun, bukan berarti semua makanan yang mengandung purin harus dihindari sepenuhnya oleh setiap orang. Yang lebih penting adalah memperhatikan jumlah, frekuensi konsumsi, keseimbangan pola makan, dan kondisi kesehatan masing-masing.
Minuman berpemanis juga perlu diperhatikan karena kandungan gula tertentu, terutama fruktosa, dapat berhubungan dengan peningkatan kadar asam urat. Kebiasaan mengonsumsi soda, minuman kemasan manis, atau minuman dengan tambahan gula secara berlebihan dapat menambah risiko jika dilakukan terus-menerus. Minuman tersebut juga dapat meningkatkan asupan kalori sehingga berkontribusi terhadap berat badan berlebih. Mengurangi konsumsi minuman berpemanis dan lebih sering memilih air putih dapat menjadi langkah sederhana untuk memperbaiki pola hidup. Perubahan tersebut tetap perlu disertai pola makan seimbang agar manfaatnya lebih menyeluruh.
Konsumsi Alkohol pada Orang Muda
Konsumsi alkohol merupakan faktor lain yang dapat diperhatikan ketika membahas asam urat di usia muda. Alkohol dapat memengaruhi keseimbangan asam urat dan dalam sejumlah penelitian dikaitkan dengan peningkatan risiko gout. Jenis dan jumlah alkohol dapat memengaruhi tingkat risikonya, dengan konsumsi tertentu seperti bir juga memiliki kandungan purin yang perlu diperhatikan. Risiko tersebut dapat menjadi lebih relevan jika konsumsi alkohol disertai pola makan tinggi kalori, berat badan berlebih, atau faktor metabolik lainnya. Karena itu, mengurangi atau menghindari alkohol dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi faktor risiko gout.
Pada orang yang sudah mengalami gout, kebiasaan minum alkohol juga dapat menjadi perhatian karena dapat berkaitan dengan serangan yang berulang. Mengurangi konsumsi alkohol bukan berarti menjadi satu-satunya cara untuk mengendalikan penyakit karena gout memiliki banyak faktor yang saling berhubungan. Pola makan, berat badan, fungsi ginjal, obat-obatan, dan faktor genetik tetap perlu diperhitungkan. Jika seseorang mengalami serangan nyeri sendi setelah mengonsumsi alkohol, kondisi tersebut sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai diagnosis pasti. Pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk memastikan penyebab keluhan.
Kurang Aktivitas Fisik dan Gaya Hidup
Gaya hidup yang kurang aktif dapat berkontribusi secara tidak langsung terhadap faktor risiko asam urat di usia muda. Kurangnya aktivitas fisik dapat membuat seseorang lebih mudah mengalami kenaikan berat badan dan berbagai gangguan metabolik. Kondisi tersebut dapat berjalan bersama dengan tekanan darah tinggi, gangguan gula darah, dan perubahan kadar lemak dalam darah. Berbagai masalah metabolik tersebut diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko hiperurisemia dan gout. Karena itu, menjaga aktivitas fisik secara teratur menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat secara keseluruhan.
Aktivitas fisik tidak harus selalu berupa olahraga berat untuk memberikan manfaat bagi kesehatan. Jalan kaki, bersepeda, latihan kekuatan, atau aktivitas fisik lain dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi tubuh. Orang yang sebelumnya jarang beraktivitas sebaiknya meningkatkan intensitas secara bertahap agar tubuh dapat beradaptasi. Jika sudah mengalami nyeri atau pembengkakan sendi, aktivitas yang dilakukan perlu disesuaikan agar tidak memperburuk keluhan. Konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu menentukan aktivitas yang sesuai apabila terdapat penyakit tertentu.
Gangguan Ginjal dan Asam Urat
Ginjal memiliki peran penting dalam mengeluarkan asam urat dari tubuh melalui urine. Ketika fungsi ginjal terganggu, kemampuan tubuh membuang urat dapat menurun sehingga kadarnya berpotensi meningkat. Penyakit ginjal kronis merupakan salah satu kondisi yang berkaitan dengan hiperurisemia dan gout. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa asam urat di usia muda perlu diperiksa secara menyeluruh jika kadar urat tinggi ditemukan berulang. Tidak semua peningkatan asam urat disebabkan oleh masalah ginjal, sehingga pemeriksaan tambahan diperlukan untuk mengetahui penyebab yang lebih tepat.
Orang muda yang memiliki faktor risiko gangguan ginjal perlu lebih memperhatikan kesehatan secara berkala. Tekanan darah tinggi, diabetes, penggunaan obat tertentu, dan beberapa kondisi kesehatan lain dapat memengaruhi fungsi ginjal. Jika kadar asam urat tinggi ditemukan bersama kelainan fungsi ginjal, dokter dapat melakukan evaluasi lebih lanjut. Pemeriksaan dapat mencakup tes darah, pemeriksaan urine, dan penilaian fungsi ginjal sesuai kebutuhan. Langkah tersebut lebih bermanfaat daripada hanya mengandalkan perubahan makanan tanpa mengetahui penyebab dasarnya.
Obat Tertentu Dapat Memengaruhi Kadar Asam Urat
Penggunaan obat tertentu juga dapat menjadi faktor yang perlu diperhatikan pada kasus asam urat di usia muda. Beberapa jenis obat dapat memengaruhi keseimbangan asam urat dengan mengurangi pembuangannya melalui ginjal. Diuretik atau obat yang membantu mengeluarkan cairan dari tubuh merupakan salah satu kelompok obat yang diketahui dapat meningkatkan risiko gout. Obat lain seperti aspirin dosis rendah dan beberapa obat tertentu juga dapat memengaruhi kadar urat pada kondisi tertentu. Namun, seseorang tidak boleh menghentikan atau mengganti obat yang diresepkan tanpa berkonsultasi dengan dokter.
Jika orang muda mengalami gout dan sedang menggunakan obat tertentu, riwayat penggunaan obat perlu disampaikan kepada tenaga kesehatan. Informasi tersebut membantu dokter mempertimbangkan apakah obat yang digunakan berhubungan dengan perubahan kadar asam urat. Penyesuaian pengobatan harus mempertimbangkan manfaat obat terhadap penyakit yang sedang ditangani. Tidak semua obat yang dapat memengaruhi kadar urat harus dihentikan karena keputusan tersebut bergantung pada kondisi masing-masing. Oleh karena itu, evaluasi medis tetap menjadi langkah yang penting.
Apakah Nyeri Sendi pada Usia Muda Pasti Asam Urat?
Nyeri sendi pada usia muda tidak selalu berarti seseorang mengalami asam urat atau gout. Cedera olahraga, peradangan sendi, infeksi, gangguan autoimun, dan beberapa kondisi lainnya juga dapat menyebabkan nyeri atau pembengkakan sendi. Gout biasanya berkaitan dengan serangan nyeri yang cukup kuat disertai pembengkakan, kemerahan, rasa panas, dan keterbatasan gerak pada sendi yang terkena. Namun, gejala saja tidak selalu cukup untuk memastikan diagnosis karena beberapa penyakit dapat memberikan keluhan yang serupa. Pemeriksaan oleh tenaga kesehatan diperlukan jika nyeri sendi berulang, berat, atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan.
Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah langsung mengonsumsi obat atau produk tertentu hanya karena merasa mengalami asam urat. Padahal, kadar asam urat yang tinggi tidak selalu berarti seseorang mengalami gout, sementara serangan nyeri sendi juga tidak selalu disebabkan oleh kadar urat. Diagnosis perlu mempertimbangkan gejala, pemeriksaan fisik, riwayat kesehatan, serta hasil pemeriksaan laboratorium atau pemeriksaan lain bila diperlukan. Dengan diagnosis yang tepat, penyebab keluhan dapat diketahui dan penanganan dapat diberikan secara lebih sesuai. Pendekatan tersebut juga membantu mencegah penggunaan obat atau suplemen secara sembarangan.
Cara Mengurangi Risiko Asam Urat di Usia Muda
Menjaga pola makan seimbang merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi berbagai faktor risiko asam urat di usia muda. Konsumsi makanan sebaiknya tidak hanya berfokus pada pembatasan purin, tetapi juga memperhatikan jumlah kalori, gula tambahan, lemak, serat, dan keseimbangan nutrisi. Daging merah, makanan laut tertentu, minuman berpemanis, dan alkohol dapat dikonsumsi dengan lebih hati-hati sesuai kondisi masing-masing. Pilihan makanan yang lebih beragam dengan sayuran, buah, sumber protein yang sesuai, dan produk susu rendah lemak dapat menjadi bagian dari pola makan sehat. Perubahan pola makan sebaiknya dilakukan secara konsisten daripada menerapkan pembatasan ekstrem dalam waktu singkat.
Selain makanan, menjaga berat badan dan melakukan aktivitas fisik secara rutin juga dapat membantu memperbaiki kesehatan metabolik. Orang dengan berat badan berlebih dapat mempertimbangkan penurunan berat badan secara bertahap melalui pola makan dan aktivitas yang realistis. Asupan air yang cukup juga penting untuk mendukung fungsi tubuh dan membantu proses pengeluaran zat sisa melalui urine. Kebiasaan tidur yang cukup dan menghindari konsumsi berlebihan minuman manis juga dapat mendukung pola hidup yang lebih sehat. Jika terdapat penyakit tertentu, perubahan gaya hidup sebaiknya disesuaikan dengan rekomendasi tenaga kesehatan.
Kapan Perlu Memeriksakan Diri?
Pemeriksaan kesehatan layak dipertimbangkan jika seseorang mengalami nyeri sendi berulang tanpa penyebab yang jelas. Hal tersebut semakin penting apabila keluhan disertai pembengkakan, kemerahan, rasa panas, atau nyeri yang muncul secara tiba-tiba. Orang muda dengan riwayat keluarga gout, obesitas, gangguan ginjal, tekanan darah tinggi, atau kondisi metabolik tertentu juga perlu lebih memperhatikan faktor risikonya. Pemeriksaan kadar asam urat dapat memberikan informasi tambahan, tetapi hasilnya perlu diinterpretasikan bersama kondisi klinis. Jangan menjadikan satu angka hasil laboratorium sebagai satu-satunya dasar untuk menentukan diagnosis.
Jika serangan nyeri sendi terjadi secara berulang, sebaiknya konsultasikan keluhan kepada dokter untuk mendapatkan evaluasi yang tepat. Dokter dapat menilai apakah keluhan berkaitan dengan gout, hiperurisemia tanpa gejala, atau penyebab lain. Pemeriksaan juga dapat membantu menemukan faktor yang mungkin berperan, seperti gangguan fungsi ginjal, penggunaan obat tertentu, atau masalah metabolik. Penanganan yang tepat bergantung pada kondisi dan tingkat risiko masing-masing individu. Semakin jelas penyebabnya, semakin mudah langkah pengelolaan yang sesuai ditentukan.
Asam Urat di Usia Muda Perlu Dipahami Sejak Dini
Asam urat di usia muda bukan kondisi yang mustahil karena banyak faktor selain usia yang dapat memengaruhi kadar urat dalam tubuh. Pola makan, berat badan, konsumsi alkohol, minuman berpemanis, aktivitas fisik, fungsi ginjal, obat-obatan, dan faktor genetik dapat berperan dalam meningkatkan risiko. Tidak semua orang yang memiliki kadar asam urat tinggi akan mengalami gout, sehingga pemeriksaan dan interpretasi hasil perlu dilakukan secara tepat. Nyeri sendi yang muncul pada usia muda juga tidak boleh langsung dianggap sebagai asam urat tanpa pemeriksaan yang memadai. Pemahaman terhadap berbagai faktor tersebut dapat membantu seseorang lebih cepat mengenali risiko dan mengambil langkah kesehatan yang sesuai.
Menjaga berat badan, memperbaiki pola makan, membatasi minuman berpemanis dan alkohol, serta rutin melakukan aktivitas fisik dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat. Jika terdapat riwayat keluarga atau penyakit tertentu, perhatian terhadap kadar asam urat dan fungsi ginjal dapat menjadi lebih penting. Keluhan nyeri atau pembengkakan sendi yang berulang sebaiknya diperiksa agar penyebabnya dapat diketahui dengan jelas. Penggunaan obat atau suplemen untuk menurunkan asam urat juga sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan tanpa mempertimbangkan kondisi medis. Dengan mengenali faktor risiko sejak dini, asam urat di usia muda dapat ditangani berdasarkan penyebab dan kondisi kesehatan setiap individu.
Baca juga : Asam Urat pada Usia Muda dan Faktor yang Dapat Memengaruhi Risikonya
Kesimpulan
Asam urat di usia muda dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, bukan hanya karena konsumsi makanan tertentu. Faktor seperti genetik, berat badan berlebih, pola makan, alkohol, minuman berpemanis, gangguan ginjal, penyakit metabolik, dan obat tertentu perlu diperhatikan. Kadar asam urat tinggi juga tidak selalu berarti seseorang sudah mengalami gout sehingga diagnosis tidak sebaiknya dibuat hanya berdasarkan satu hasil pemeriksaan. Nyeri sendi yang berulang, terutama jika disertai pembengkakan dan kemerahan, perlu mendapatkan evaluasi medis untuk mengetahui penyebabnya. Menjaga pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan bila memiliki faktor risiko dapat menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan sejak usia muda.
Sedang mencari pilihan herbal untuk membantu menjaga kesehatan dan kenyamanan persendian? Kenali Obat Herbal Sendi NATURAFIT Asmurathib sebagai salah satu pilihan untuk melengkapi pola hidup sehat Anda. Konsumsi sesuai aturan pakai dan tetap jaga pola makan serta gaya hidup seimbang.

Tags: asam urat
Mengapa Orang Muda Bisa Mengalami Asam Urat dan Faktor yang Perlu Diperhatikan
Lemon tea hangat menjadi pilihan minuman yang cocok dinikmati dalam berbagai suasana. Perpaduan aroma teh yang khas dengan rasa segar... selengkapnya
Keputihan adalah masalah umum yang dialami oleh hampir setiap wanita. Meski pada dasarnya keputihan merupakan proses alami tubuh untuk membersihkan... selengkapnya
Rambut merupakan salah satu elemen penting dalam menunjang penampilan dan rasa percaya diri. Namun, banyak orang menghadapi masalah seperti kerontokan,... selengkapnya
Teh hijau sudah dikenal selama berabad-abad sebagai bahan alami yang kaya manfaat bagi kesehatan tubuh. Namun dalam beberapa tahun terakhir,... selengkapnya
Parfum adalah bagian dari gaya hidup yang tidak hanya memberikan kesegaran tetapi juga membangun identitas seseorang. Dari berbagai macam aroma... selengkapnya
Parfum adalah salah satu cara untuk mengekspresikan diri, dan aroma bunga sering kali menjadi pilihan favorit banyak orang. Namun, ada... selengkapnya
Dalam dunia parfum, inovasi terus berkembang untuk menghadirkan aroma yang unik dan memikat. Salah satu bahan yang semakin populer dalam... selengkapnya
Parfum bukan hanya sekadar tambahan untuk penampilan, tetapi juga merupakan bagian penting dari identitas seseorang. Aroma dapat meningkatkan kepercayaan diri,... selengkapnya
Nyeri sendi adalah masalah kesehatan yang umum dan sering dialami oleh banyak orang, terutama di kalangan lanjut usia. Kondisi ini... selengkapnya
Sistem kekebalan tubuh atau imun tubuh berfungsi sebagai benteng pertahanan utama dalam menjaga kesehatan tubuh dari serangan berbagai patogen, termasuk... selengkapnya
Montblanc Explorer Ultra Blue EDP terinspirasi dari keindahan warna biru — langit yang luas, lautan dalam, dan gunung bersalju yang… selengkapnya
Rp 1.527.500Paket Tim Ayam Obat Herbaleo hadir sebagai solusi praktis untuk menjaga daya tahan tubuh dan memulihkan energi secara alami. Terbuat… selengkapnya
Rp 170.700Produk Bundling 2 Pcs Madu Sumbawa Super WB Wild Bee merupakan madu hutan murni berkualitas tinggi yang berasal langsung dari… selengkapnya
Rp 288.000Montblanc Explorer EDP adalah parfum pria yang memancarkan semangat petualangan dan eksplorasi tanpa batas. Setiap semprotan merupakan undangan menuju perjalanan… selengkapnya
Rp 830.000Zinc Kapsul Vitamin Nafsu Makan Anak dan Dewasa merupakan suplemen herbal yang diformulasikan khusus untuk membantu meningkatkan nafsu makan dan… selengkapnya
Rp 30.252CNI PowerfulX Ginseng Sports Cream adalah krim perawatan kulit yang dirancang khusus untuk menunjang aktivitas fisik dan olahraga. Diformulasikan dengan… selengkapnya
Rp 256.5000%
Smart Detox Tea ( Yellow Series ) merupakan Teh detox herbal alami , diformulasikan dengan gabungan bahan berkualitas baik seperti… selengkapnya
Rp 200.000 Rp 200.000Momiku Bio Broth merupakan kaldu tulang ayam siap konsumsi pertama di Indonesia yang hadir untuk mendukung tumbuh kembang optimal anak… selengkapnya
Rp 189.90021%
PARFUM PRIA JAGUAR CLASSIC BLACK 100ML Jaguar Classic Black adalah wewangian untuk pria yang beraroma Spicy Woody. Diawali dengan… selengkapnya
Rp 119.000 Rp 150.000Minyak Balur Sanga Sanga Ultimate adalah inovasi terbaru dari varian Classic dengan formulasi yang lebih kuat dan aroma yang lebih… selengkapnya
Rp 161.000


Saat ini belum tersedia komentar.